Arsip untukpuisi

Kedepan bukan kebelakang

Kenangan
Biarkan lah berlalau
Impian
Itulah jalan hidup mu

Jangan biarakan kenangan membayangi mu
Biarkan impian menghapus nya
Lihat lah ke depan
Jangan kembali menengok kebelakang
Karena kau tak mungkin bisa

Masa depan mu
Adalah mengapai impian mu
Masa lalumu
Adalah serpihan kecil yang harus kau
buang

Demi cinta

Kau sirami aku
Seperti kau siram bunga di taman mu
Agar aku tetap tumbuh  dalam hati mu
Dan selalu mekar dalam hidup mu

Kau slalu menjaga  bunga itu agar tidak layu
Oleh kebodohan mu
dan membuang daun – daun yg sudah busuk
Agar bunga itu tetap terlihat cantik di mata hati ku
Begitu tulus pengorbanan mu
Demi cinta

Sabar teman

Mungkin berat terasa
Sesakan nafas asa
Mencoba bertahan
Walau semua hampa

Lelah hati ini
Kata menyerah ingin terucap
Namun hati tak mau jujur
Membisu tuk betahan

Sabar kawan
Hujan telah reda
Awan hitampun sekarang sudah biru kembali
mataharipun kembali terangi bumi 
bersamaan ditemani pelangi
Yg kian lama terlihat indah oleh berjuta bidadari
penyejuk hati.

 

penyesalan

Terdiam dalam semu
Tersadar tak berguna
Bingkai mimpi telah menanti
Bangun kemudia susun

Semua terlambat tuk di sesali
Yang terjadi biar berlalu
Lihat embun pagi sudah membasahi bumi.

Realita cinta

Kasih…..

Sayang  cinta

Resah…..

Rindu cinta

 

Cemburu….

Amarah cinta

Pengorbanan….

Perjuangan cinta

 

Apa ini realita cinta?????

Cintaku

Seperti air sungai yg mengalir tanpa henti

Begitupun sayang ku pada mu yg takan habis termakan zaman

Seperti daun kelor tak basah terkena air

Begitupun cinta ku padamu tak kan luntur tebilas waktu

Pangeran biru

Kau penguasa rumput hijau
Kau tak mengenal kata menyerah
Kau buat jawa barat bersorak
Dalam satu tujauan untuk mendukungmu

Berjauang lah demi hagadirimu
Jangan buat pengorbanan bobotoh
Hancur,hayut dalam kecewa
Kemudian tenggelam kedalam impian yang hampa

Ayo……….!
Berjuanglah pangeran biruku
Kejarlah impian mu
Tuk menjadi pangeran di negriku yang tercinta ini

Impian hampa

Seandanya ku bisa memutar waktu

Ku ingin kembali ke masa lalu

Di mana rasa itu hinggap di sangkar hatiku

Membuat detik dan hari ku lebih bermakna

 

Tapi…..

Itu tak mungkin terjadi

Seperti bunga yang layu terbakar dilema kehidupan

Dan Membuat dirinya tak berguna lagi di muka bumi ini,

 

Seandainya dulu ku berani melantunkan rasa ini padamu

Mungkin diriku tak akan menyesal seperti saat ini

 

 

Mamang bodoh nya diriku ini

Untuk mengatakan perasan ku saja ku tak berani

Leleki macam apa aku ini

Mungkin tepatnya ku hanya seorang pencundang sejati

Yang bisa bersembunyi dibalik ketulusan cintamu

 

Kini semuanya sudah terlambat

Sekarang kau sudah menjadi milik orang lain

Dan tak kan bisa ku miliki

 

Tapi…

Harus ku akui

Hanya,kaulah penyemangat hidupku

Kaulah bidadari yang bisa mengali hatiku

Yang sudah lama tertimbun longsoran salju,

 

Dan slalu hiasi malam ku yang gelap gulita ini

Dengan beribu bintang dari hatimu.

 

 

Hari ini redup tanpamu

Matahari terbenam tergantikan bulan

Bintang pun hiasi malam yang gelap gulita

Binatang malam beryanyi iringi gemuruh angin di

malam yang sunyi

 

tapi……

semua itu tak buat hatiku hanyut

karena hanya kau lah yang bisa buat malam ku lebih berarti

untuk menyongsong tetesan embun di pagi hari.

 

 

 

 

Entri selanjutnya »