Artikel utama untuk bagian ini adalah: Dampak sosial rock and rollKepopuleran rock and roll secara global menimbulkan dampak sosial yang tidak terpikirkan sebelumnya. Musik rock and roll bukan saja mempengaruhi gaya bermusik, melainkan juga gaya hidup, busana, tingkah laku, dan bahasa.
Arsip untukmusik
Rock N’ Roll Inggris
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rock InggrisKepopuleran genre trad jazz di Britania Raya dan Australia membawa serta pemusik blues ke Britania. Di tahun 1955, Lonnie Donegan membawakan lagu “Rock Island Line” dalam irama musik skiffle, yakni sejenis musik folk yang dipengaruhi jazz dan blues. Pemusik muda usia banyak yang tertarik dengan musik skiffle, termasuk John Lennon dan Paul McCartney. Keduanya membentuk grup musik skiffle bernama The Quarrymen pada bulan Maret 1957. Kelompok The Quarrymen selanjutnya secara bertahap berkembang menjadi The Beatles. Sebagai tandingan bagi rock and roll Amerika, musisi Inggris menciptakan musik rock and roll gaya Inggris yang selanjutnya terkenal sebagai gerakan musik British Invasion, dan Britania Raya menjadi pusat rock and roll yang baru.
Pada tahun 1958, empat remaja Inggris menjadi terkenal sebagai Cliff Richard dan the Drifters (selanjutnya berganti nama sebagai Cliff Richard and the Shadows). Grup ini mencetak hit “Move It” yang dicatat dalam sejarah sebagai singel rock ‘n’ roll asli Inggris yang pertama, sekaligus melahirkan genre musik baru Rock Britania (British rock). Cliff Richard memperkenalkan beberapa perubahan besar, seperti penggunaan gitar bas listrik, dan gitaris lead yang pertama (posisi gitaris diisi seorang virtuoso, Hank Marvin).
Panggung musik rock and roll Inggris berkembang dengan kehadiran Tommy Steele, Adam Faith, dan Billy Fury yang berlomba-lomba meniru bintang asal Amerika. Sebagian dari mereka menjadi populer di atas panggung berkat meniru Gene Vincent serta bintang rock and roll Amerika yang lain. Kepopuleran mereka membuat remaja Inggris rajin mengikuti perkembangan musik yang berpuncak pada Beatlemania.
Di awal dekade 1960-an, musik dansa yang dibawakan secara instrumental turut populer di Inggris. Beberapa lagu yang terkenal waktu itu misalnya: “Apache” dari The Shadows, dan “Telstar” dari The Tornados.
Sebagian besar grup musik rock yang berpengaruh dan terkenal di dunia berasal dari Britania Raya, misalnya Black Sabbath, Led Zeppelin, The Rolling Stones, The Who, Pink Floyd, dan Queen.
Idola remaja
Buddy Holly, Ritchie Valens, dan the Big Bopper (J.P. Richardson) adalah perintis bintang rock and roll idola remaja yang terus dikenang hingga kini. Ketiganya tewas pada dini hari 3 Februari 1959 dalam kecelakaan pesawat yang sedang menerbangkan mereka ke Fargo, North Dakota. Pesawat Beechcraft Bonanza yang dicarter Buddy Holly mengalami kecelakaan sesaat setelah lepas landas dari Mason City, Iowa. Kecelakaan ini terus dikenang orang setelah di tahun 1971 diangkat Don McLean menjadi lagu ballad “American Pie“. Begitu populernya lagu ini hingga 3 Februari dikenal sebagai “The Day the Music Died” (“Hari Matinya Musik”). Eddie Cochran ikut menyebut peristiwa ini dalam lagu “Three Stars” yang secara khusus menyebut Buddy Holly, the Big Bopper, dan Valens.
Akhir dari era Buddy Holly, Ritchie Valens, dan The Big Bopper ditandai dengan kemunculan penyanyi dan grup musik idola yang disukai remaja, termasuk di antaranya: The Beatles, Paul Anka, Frankie Avalon, dan selanjutnya The Monkees.
Periode awal rock and roll Amerika Utara (1953-1963)
Rock and roll muncul di saat ketegangan rasial di Amerika Serikat timbul ke permukaan. Orang Afrika-Amerika mulai memprotes segregasi rasial di sekolah dan fasilitas umum. Pada waktu itu, rock and roll yang memadukan unsur musik orang kulit putih dan unsur musik Afrika-Amerika juga tidak luput dari kecaman. Di tahun 1954, Mahkamah Agung AS menolak doktrin separate but equal (terpisah tapi sejajar) dan sejak itu dimulailah perjuangan persamaan hak orang kulit berwarna di Amerika Serikat.
Louis Jordan and His Tympany Five menyebut istilah “rock and roll” dalam versi lagu “Tamburitza Boogie” yang direkam 18 Agustus 1950 di kota New York. Sebelum Louis Jordan, pemusik lain juga sudah menggunakan istilah “rock and roll” pada rekaman mereka, misalnya “Rock and Roll Blues” yang direkam Erline Harris. Di tahun 1948, Wild Bill Moore sudah merekam lagu berjudul “Rock And Roll”, begitu pula Paul Bascomb yang menggunakan judul yang sama di tahun 1947 untuk materi lagu berbeda. Di tahun 1922, Trixie Smith bahkan sudah menulis lagu berjudul “My Man Rocks Me with One Steady Roll.” Di tahun 1916, kata “rock and roll” sudah disebut-sebut dalam lagu “The Camp Meeting Jubilee” yang direkam artis-artis yang bernaung di bawah label rekaman Little Wonder. Lirik lagu yang dinyanyikan para penyanyi tersebut berbunyi, “We’ve been rocking and rolling in your arms, in the arms of Moses“.
Seorang DJ bernama Alan Freed (alias Moondog) mengadakan konser rock and roll yang pertama pada 21 Maret 1952 di Cleveland. Konser yang diberi nama “The Moondog Coronation Ball” dihadiri penonton dan pemusik tanpa mengenal perbedaan warna kulit. Konser terpaksa dibubarkan setelah baru satu lagu dibawakan di atas panggung karena situasi tidak terkendali. Ribuan penggemar berusaha mendesak masuk ke arena yang tiketnya sudah terjual habis. Konser ini membuka mata industri rekaman akan adanya minat orang kulit putih terhadap musik orang kulit hitam, dan minat ini tidak terbatas pada genre musik rhythm and blues saja. Rintangan ras dan prasangka yang masih kuat di AS ternyata tidak mampu mengatasi kekuatan ekonomi pasar. Rock and roll sukses besar di Amerika Serikat, gelombangnya terbawa Lautan Atlantik hingga ke Inggris dan melahirkan gerakan musik British Invasion pada tahun 1964.
Sejak dilahirkan pada awal dekade 1950-an hingga awal tahun 1960-an, musik rock and roll ikut melahirkan dansa gaya baru. Anak-anak muda merasakan ritme backbeat rock and roll yang tidak monoton sangat cocok untuk menghidupkan kembali dansa gaya jitterbug yang sempat populer di era big band. Demam pesta dansa rumahan dan dansa sock-hops di ruangan senam melanda remaja Amerika. Anak belasan tahun dengan setia mengikuti acara musik American Bandstand yang dibawakan Dick Clark di televisi agar bisa mengikuti gerakan dansa dan gaya busana paling mutakhir. Sejak pertengahan tahun 1960-an, istilah “rock and roll” menjadi cukup disebut “rock”. Sejak itu pula secara berturut-turut muncul berbagai genre dansa, mulai dari twist, funk, disco, hingga house dan techno.
Asal-usul Rock N’Roll
-
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Asal-usul rock and roll
Rock and roll mulai muncul sebagai gaya baru dalam bermusik di Amerika pada akhir tahun 1940-an sebagai percabangan musik country dan western produk budaya orang Amerika berkulit putih, dan musik rhythm and blues (R&B) yang merupakan produk budaya orang Afrika-Amerika. Unsur-unsur rock and roll sebenarnya sudah bisa didengar pada lagu-lagu country tahun 1930-an dan lagu-lagu blues dari tahun 1920-an. Walaupun demikian, genre musik yang baru ini tidak disebut “rock and roll” hingga di tahun 1950-an. Bentuk awal rock and roll adalah rockabilly yang memadukan unsur-unsur R&B, blues, jazz, dan dipengaruhi musik folk Appalachia serta musik gospel. Bila ditelusur lebih jauh lagi, cikal bakal musik rock and roll bisa ditemukan di daerah slum Five Points, kota New York pada pertengahan abad ke-19. Di daerah tersebut untuk pertama kalinya terjadi percampuran antara tari Afrika yang ritmis dengan musik Eropa, khususnya musik untuk tari rakyat jig asal Irlandia yang sangat melodius.
Penyanyi gospel berkulit hitam dari daerah Selatan Amerika Serikat menggunakan istilah “rocking” untuk menyebut sesuatu yang mirip dengan proses pengangkatan yang akan dialami orang yang percaya di akhir zaman. Istilah “rocking” pada akhir dekade 1940-an menjadi bermakna ganda, “menari” dan juga “seks”, seperti pada lirik lagu “Good Rocking Tonight” yang dibawakan pemusik blues Roy Brown. Lagu seperti ini biasanya hanya diputar stasiun radio yang menyiarkan musik orang Afrika-Amerika dan jarang didengar kalangan orang berkulit putih.
Pada dekade 1920-an dan 1930-an, orang kulit putih di Amerika banyak menyenangi pemusik berkulit putih yang memainkan musik jazz and blues milik orang Afrika-Amerika. Musik yang sama namun bila dimainkan pemusik berkulit hitam justru sering tidak mendapat sambutan. Pemusik R&B berkulit hitam yang digemari orang berkulit putih cuma sedikit, di antaranya yang menonjol adalah Louis Jordan, Mills Brothers, dan The Ink Spots. Semasa lagu-lagu baru belum banyak diciptakan, lagu hit di awal era rock and roll banyak merupakan rekaman ulang dari lagu R&B atau blues yang sudah dikenal sebelumnya. Genre musik blues nantinya terus memberi inspirasi bagi para pemusik rock. Pemusik blues bergaya Delta blues seperti Robert Johnson dan Skip James menjadi inspirasi bagi pemusik rock Inggris The Yardbirds, Cream, dan Led Zeppelin.
Di tahun 1951, Alan Freed, seorang DJ di Cleveland, Ohio mulai memutar jenis musik yang diperkirakannya bisa disukai pendengar dari berbagai kalangan dan ras. Alan Freed disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali menggunakan istilah “rock and roll” untuk musik R&B yang gembira dan energetik. Sewaktu bekerja sebagai DJ di stasiun radio WJW di Cleveland, Alan Freed mengadakan konser rock and roll yang pertama. Konser dilangsungkan 21 Maret 1952 dan diberi nama “The Moondog Coronation Ball“. Acara dihadiri penonton yang sebagian besar orang Afrika-Amerika, tapi harus diakhiri sewaktu baru saja mulai karena penonton yang luar biasa padat. Setelah konser yang pertama sukses, Alan Freed terus mengadakan berbagai pertunjukan rock and roll yang banyak ditonton orang berkulit hitam dan berkulit putih. Pertunjukan seperti ini membantu penyebaran gaya musik Afrika-Amerika di berbagai kalangan.
Pengamat musik sering berdebat mengenai pemusik yang berhak dicatat sebagai pembuat rekaman rock and roll yang pertama. Sister Rosetta Tharpe sudah merekam musik yang penuh dengan teriakan dan hentakan di tahun 1930-an dan 1940-an. Gaya bermusiknya mirip dengan ciri khas rock and roll di pertengahan tahun 1950-an. Sister Rosetta sudah menduduki tangga lagu pop di tahun 1938 dengan lagu-lagu berirama gospel seperti “This Train” dan “Rock Me”, serta dilanjutkan di tahun 1940-an dengan “Strange Things Happenin Every Day”, “Up Above My Head”, dan “Down By The Riverside”. Pemusik lain yang menyanyikan lagu gospel/blues dengan iringan piano boogie adalah Big Joe Turner dengan “Roll ‘em Pete”. Lagu ini direkamnya di tahun 1939, tapi hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan gaya rock and roll tahun 1950-an. Artis yang merilis rekaman mirip rock and roll pada dekade 1940-an dan awal tahun 1950-an, di antaranya: Roy Brown (“Good Rocking Tonight“, tahun 1947), Paul Bascomb (“Rock and Roll”, 1947), Fats Domino (“The Fat Man,” 1949), Big Joe Turner (“Honey, Hush”, 1953, dan “Shake, Rattle and Roll”, 1954), serta Les Paul and Mary Ford (“How High the Moon,” 1951).
Artikel majalah Rolling Stone terbitan tahun 2004 menyatakan singel pertama Elvis Presley produksi Sun Records yang berjudul “That’s All Right (Mama)” adalah rekaman rock and roll yang pertama.[1]. Sementara itu, lagu hit “Bo Diddley” dan “I’m A Man” oleh Bo Diddley dikatakan sebagai perintis beat baru yang menghentak, serta memperkenalkan cara bermain gitar yang unik dan menjadi inspirasi bagi pemusik lain.
Lagu “Rock Around the Clock” oleh Bill Haley adalah lagu rock and roll pertama yang menduduki puncak tangga lagu majalah Billboard untuk angka penjualan dan jumlah pemutaran lagu (airplay) di radio. Bill Haley membuka pintu bagi gelombang baru kebudayaan pop yang disebut rock and roll. Pemusik-pemusik lain yang menciptakan lagu hit di periode awal rock and roll adalah Chuck Berry, Little Richard, dan kelompok vokal bergaya doo-wop. Sementara itu, di dunia musik pop berjaya para penyanyi yang sudah menjadi bintang sejak dekade sebelumnya, misalnya Eddie Fisher, Perry Como, dan Patti Page. Di periode awal rock and roll, mereka mulai menemui kesulitan menempatkan lagu-lagu pop di tangga lagu akibat terhalang lagu rock and roll.
Musik rock and roll dan boogie woogie keduanya menggunakan satu bar (birama) delapan ketuk dan sama-sama memainkan progresi kord blues 12-bar. Walaupun demikian, rock and roll lebih menekankan pada backbeat dibandingkan boogie woogie. Little Richard memadukan piano boogie-woogie dengan backbeat yang berat dan menyanyikannya dengan suara berteriak akibat terpengaruh gaya menyanyi musik gospel. Pemusik seperti Ray Charles dan Smokey Robinson memuji gaya bernyanyi Little Richard yang dikatakannya membawa warna baru dalam musik. James Brown memuji Little Richard sebagai pemusik yang pertama kali memasukkan unsur musik funk ke dalam beat rock and roll. Elvis Presley turut menyebut Little Richard sebagai sumber inspirasi. Walaupun demikian, perpaduan unsur-unsur musik seperti yang dilakukan Little Richard bukan hal yang baru. Sebelum Little Richard, sudah banyak sekali pemusik yang melakukan hal yang sama, misalnya Esquerita, Cecil Gant, Amos Milburn, Piano Red, dan Harry Gibson. Gaya liar Little Richard dalam berteriak dan menyerukan “wuuu wuuu,” sebenarnya sudah digunakan Marion Williams dan banyak lagi penyanyi gospel wanita di tahun 1940-an. Roy Brown juga sudah meneriakan “yoooooww” jauh sebelum Richard melakukannya dalam lagu “Ain’t No Rockin no More”.
Sejarah
Pada era awal lagu-lagu “rock’n'roll” menggunakan solo saksofon tetapi sekitar 1956, gitar letrik telah mula dijadikan alat solo utama. Walaupun artis seperti James Brown masih menggunakan saksofon, tetapi gitar lebih digemari ramai. Lagu-lagu hits seperti Jailhouse Rock (Elvis Presley) dan Rock Around The Clock (Bill Haley & The Comets) telah mengunakan gitar sebagai alatan utama.
Pada peringkat permulaan, rythm and blues cuma dinyanyikan dan didengari oleh orang negro. Lirik-lirik lagunya kebanyakan berunsur lucah , dan di gam untuk siaran radio. Sikap perkauman orang putih adalah musuh utama rythm and blues ketika itu. Lagu yang dikatakan yang telah membuat orang kulit putih mulai meminati lagu rythm and blues adalah lagu Sixty Minutes Man oleh The Dominos. Beratus ribu rekod telah dijual walaupun tanpa promosi siaran radio. Lagu Sh-Boom oleh kumpulan orang kulit hitam dari New York, iaitu The Chords telah menembusi carta lagu orang kulit putih pada tahun 1954.
Pada tahun 1955, lagu Maybelline dendangan Chuck Berry telah direkodkan dan boleh dikatakan asas kepada lagu rock, kerana beliau lah orang pertama yang menggunakan gitar letrik sebagai alat utama, dan mengenengahkan bunyi “descending pentatonic double-stops” (asas gitar rock)
Penghujung 50an dan awal 60an merupakan tahun kegelapan rock-n-roll di USA. Peminat muzik telah beralih selera kepada muzik yang lebih melodik dan suka berdansa. Lagu-lagu dari Paul Anka – Diana (1957), Pat Boone – Love Letters In The Sand (1957), Bobby Darin – Dream Lover (1959), Frankie Avalon – Why (1959), Fabian (Forte) – I’m a Man (1959), Bobby Rydell – Wild One (1960), Rick Nelson – Hello Mary Lou (1961), Bobby Vee (Velline) – Take Good Care Of My Baby (1961), dan Neil Sedaka – Breaking Up Is Hard To Do (1962), dan yang seangkatan telah mengambil alih.
Walaubagaimanapun masih ada kugiran-kugiran yang berkonsepkan rock-and-roll. Antaranya adalah lagu-lagu berikut:- Save The Last Dance For Me oleh The Drifters, Its In His Kiss oleh Betty Everett, Crazy Man Crazy oleh Bill Haley, Can’t Stay Mad At You oleh Skeeter Davis.
Penghujung 60an pula, di USA beberapa kumpulan awal irama rock muncul kebanyakan dari daerah Michigan. Antara lagu-lagu yang menarik adalah:- Who Do You Love oleh The Woolies dan Heavy Music oleh The Last Heard.
Lagu-lagu dari UK juga berkembang sama. Lagu-lagu dari kumpulan The Beatles (awal 60an) telah membangkitkan kegemilangan rock-n-roll semula dan begitu diminati ramai dan telah menembusi pasaran USA. Rock n roll kembali menyinari kancah muzik pop. Antara lagu-lagu berasal dari UK adalah:- Please Please Me – The Beatles, Apache oleh The Shadows, Shakin All Over oleh Johnny Kidd and The Pirates, Gloria oleh Them dan He’s In Town oleh Rockin’ Berries.
Zaman kegelapan telah mengevolusikan rock-n-roll. Oleh kerana pemuzik rock n roll tidak boleh lagi mengharapkan radio sebagai saluran untuk memperdengarkan lagu-lagu mereka, maka pemuzik2 tersebut telah mencampur adukkan rentak-rentak lain kepada rock-n-roll. Contohnya pada tahun 1957 lagu instrumental Rumble oleh Link Wray telah mencipta bunyi gitar “fuzz-tone” (konsep “power chord”); dan dalam tahun 1958, Eddie Cochran telah mengadun bunyi-bunyian dari alat muzik dan vokal dalam lagu-lagu Summertime Blues dan C’mon Everybody. Inovasi-inovasi ini merupakan satu kejayaan kepada teknologi muzik tetapi di waktu itu, rock n roll tidak menjadi perhatian kepada penerbit album maupun pendengar muzik keseluruhannya.
Lagu-lagu Rock 50an tidak mementingkan kehalusan alunan dan bunyi. Tiada “rock n roll drive” yang menarik dan meninggi hingga membingitkan telinga. Gitar karan pun bunyinya biasa saja, tidaklah sehingga seperti bunyi mesin sedut habuk macam rock sekarang. Rekoding pun lebih kurang, dilakukan secara live, tiada efek stereo dan media rekod hanyalah piring hitam. Namun apabila zaman berubah dan teknologi berubah, kita lihat kumpulan-kumpulan Rock 60an seperti Rolling Stones telah meniru lagu Chuck Berry lebih baik daripada Chuck; Beatles meniru Carl Perkins; dan The Who membawa lagu Eddie Cochran – Summertime Blues dengan lebih lunak lagi.
Maka pada tahun 60an bermulalah cabang-cabang Rock. Antara lain cabang-cabang tersebut adalah Rhythm & Blues, Hard Rock, Heavy Metal, Arena Rock, Punk/Grunge, Roots Rock, Folk Rock, Celtic Rock, Jazz Rock, Mope Rock, Meta Rock dan Pop Rock.
Rock ‘n’ roll
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.
Rangkaikata Rock-n-Roll (räk’n roll’) telah pertama kalinya disebut-sebut oleh penghebah radio (DeeJay) bernama Alan Freed dari Cleveland, USA pada tahun 1951. Beliau mengambil istilah tersebut dari lirik lagu “My Baby Rocks Me with a Steady Roll”. Sudah menjadi kebiasaan di era itu, penggunaan perkataan-perkataan rock, roll, rock and roll, dll., dikaitkan dengan adegan-adegan ketika bersetubuh/bersenggama. Di waktu itu iaitu sebelum “rock-n-roll”, muzik irama “blues” telah berkembang di tahun-tahun 50an. Irama blues pula berpunca dari “rythm and blues”. Kesemua irama-irama tersebut mempunyai karektor yang sama iaitu, penggunaan gitar elektrik, rentak yang kuat, dan lirik-liriknya disuaikan untuk kaum muda-mudi. Blues telah muncul sebelum tahun 1950 lagi iaitu muzik pendatang dari benua Afrika. Dari dictionary.com, makna “rock’n'roll” adalah satu genre muzik popular bermula dalam tahun 1950an; adunan muzik bangsa kulit hitam “rhythm-and-blues” dengan muzik bangsa kulit putih “country-and-western“; perkataan “rock” pula adalah istilah yang dikeluarkan dari pelbagai stail yang bercambah dari “rock’n'roll.”
Antara artis “rock’n'roll” yang menonjol di era 50an adalah Bill Haley (Rock Around The Clock) , Buddy Holly (That will be the day), Carl Perkins, Chuck Berry (Maybelline), Elvis Presley (Jailhouse Rock), Fats Domino, Jerry Lee Lewis, Little Richard (Lucille), Muddy Waters, James Brown (I feel Good) dan ramai lagi.
R0ck ‘N r0LL
Kebangkitan rock n roll memang telah berlalu beberapa dekade, namun sepertinya saat ini musik cadas yang satu ini kembali banyak digemari oleh anak – anak muda, bukan hanya musiknya tapi juga life style dan fashionnya yang mengalami resuraction. Yang pasti rock ‘n roll will never die!!!!!!